FAQ (Tanya Jawab PSB)

Tanya Jawab (FAQ) PSB

Pertanyaan yang sering diajukan mengenai Penerimaan Santri Baru (PSB) Pondok Pesantren Darusy Syahadah.

Menampilkan 8 pertanyaan

Pilihan Unit

8 Tanya-Jawab
Apakah unit pendaftaran dapat diubah jika salah memilih unit atau berubah pilihan?

Unit pendaftaran dapat diubah dan tidak perlu melakukan pendaftaran ulang. Perubahan unit hanya dapat dilakukan oleh admin PSB. Silakan menghubungi admin PSB untuk menyampaikan permohonan perubahan unit atau bisa klik disini.

Apa perbedaan KTI dan KMI-W pada jenjang SLTP?

Secara umum, keduanya memiliki masa pendidikan 3 tahun, tetapi memiliki fokus pembelajaran yang berbeda:

  • KTI (Kuttab Tamhid Ilmi): fokus pada ilmu syariah dasar yang dimulai dari tahfiz Al-Qur’an, pembinaan adab Islami, serta pengenalan bahasa Arab sebagai fondasi untuk pendidikan lanjutan.
  • KMI-W (Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah Wustho): fokus pada penguatan empat keterampilan bahasa Arab, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, disertai pembelajaran syariah dasar dan adab praktis.
Apa perbedaan program 3 tahun dan 6 tahun di KMI-W?

Secara pelayanan dan pembelajaran, tidak ada perbedaan antara program 3 tahun dan 6 tahun. Perbedaannya terletak pada biaya daftar ulang (daful) saat melanjutkan ke jenjang SLTA.

  • Program 3 tahun: jika melanjutkan ke jenjang SLTA di Darusy Syahadah, daful kelas 1 SLTA dikenakan biaya seperti santri baru.
  • Program 6 tahun: saat melanjutkan ke kelas 1 SLTA di Darusy Syahadah, daful dikenakan biaya seperti santri lama, sehingga nominalnya tidak sebesar santri baru.
Jika awalnya memilih program 3 tahun, apakah masih bisa melanjutkan program 6 tahun?

Bisa. Tidak masalah jika sejak awal memilih program 3 tahun. Jika setelah menyelesaikan jenjang tersebut ingin melanjutkan ke jenjang SLTA di Darusy Syahadah.

Namun, biaya daftar ulang (daful) di kelas 1 SLTA akan mengikuti besaran untuk santri baru. Adapun santri yang sejak awal memilih program 6 tahun, biaya daftar ulang saat melanjutkan ke kelas 1 SLTA mengikuti besaran untuk santri lama, sehingga nominalnya berbeda dengan santri baru.

Sama-sama KMI, apa perbedaan KMI-TD, KMI-TQ, dan KMI-S di jenjang SLTA?

Ketiganya merupakan unit pendidikan jenjang SLTA dengan masa pendidikan 3 tahun, tetapi memiliki fokus pembelajaran yang berbeda:

  • KMI-TD (Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah Lit Tarbiyah wa Dakwah): fokus pada tarbiyah dan dakwah, dengan pembekalan ilmu syar’i sebagai bekal menjadi tenaga pendidik dan dai.
  • KMI-TQ (Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah Li Tahfizhil Qur’an): fokus pada tahfizh Al-Qur’an, dengan pembinaan agar santri menjadi hafizh yang memiliki jiwa pendidik dan dai.
  • KMI-S (Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah Sains): fokus pada sains dan IT, dengan pembekalan ilmu syar’i, bahasa Arab, dan ilmu pengetahuan alam (eksakta) sebagai persiapan untuk melanjutkan kuliah pada jurusan-jurusan eksakta.

Jadi, intinya fokus dan konsentrasi masing-masing unit yang berbeda.

Pada Unit STI tertulis pembelajaran menggunakan sistem mulazamah. Apakah berbeda dengan sistem pembelajaran unit lain?

Ya, sistem pembelajaran di STI menggunakan sistem mulazamah, yang berbeda dengan sistem pembelajaran di unit lainnya.

Dalam sistem mulazamah, santri membersamai seorang guru dalam menyelesaikan satu kitab dalam disiplin ilmu tertentu hingga selesai. Dalam satu hari, kegiatan belajar mengajar (KBM) di STI hanya terdiri atas 2 kitab saja. Kitab tersebut dipelajari secara berkelanjutan setiap hari hingga kitab yang dipelajari itu selesai atau khatam, kemudian dilanjutkan dengan kitab berikutnya bersama guru yang tertunjuk. Dengan sistem ini diharapkan santri dapat menerima disiplin itu tersebut secara utuh dan pemahaman yang kuat.

Pendaftar KMI-TD, KMI-TQ, KMI-S, atau STI yang tidak lolos tes seleksi, apakah otomatis diterima di IKM?

Tidak otomatis. Namun, pendaftar yang dinilai siap berdasarkan hasil wawancara dan memenuhi ketentuan nilai seleksi dapat diterima di unit lain. Pendaftar STI dapat diterima di IKM. Adapun pendaftar KMI-TQ dan KMI-S dapat diterima di IKM atau KMI-TD. Sementara itu, pendaftar KMI-TD, KMI-TQ, dan KMI-S juga dapat diterima di IKM, sesuai hasil seleksi.

Adakah pembelajaran IT dalam program KMI Sains? Berapa porsinya dan apa saja yang dipelajari?

Pembelajaran IT dilaksanakan dua kali dalam sepekan. Pada kelas 1, pembelajaran terdiri atas 70% ilmu agama dan 30% ilmu umum dan IT. Adapun pada kelas 2 dan 3, pembelajaran terdiri atas 50% ilmu agama dan 50% ilmu umum.

Materi IT diberikan secara bertahap sesuai jenjang. Pada kelas 1, santri mempelajari kesekretariatan. Pada kelas 2, materi meliputi desain grafis, pembuatan video dakwah, serta bongkar-pasang komputer. Sementara itu, pada kelas 3, santri mempelajari kecerdasan buatan (AI) dan digital fundraising.

Masih memiliki pertanyaan seputar PSB?

Panitia Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Darusy Syahadah siap melayani dan membantu Anda.

Tanya Panitia PSB (WhatsApp)